Langsung ke konten utama

Vespa Keliling Kota Meriahkan Muda-Mudi Festival, Peringati Sumpah Pemuda

TANGERANG – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang menggelar acara "Vespa Keliling Kota" pada Sabtu, 26 Oktober 2024. Kegiatan ini dimulai dari titik kumpul di Stadion Benteng dan berakhir di Alun-Alun Kota Tangerang, dengan melibatkan ratusan pecinta Vespa dari berbagai komunitas dan individu.

Acara ini dimulai pukul 14.30 WIB, diikuti konvoi Vespa yang melintasi jalanan kota Tangerang. Tujuan dari acara ini adalah untuk merayakan semangat persatuan dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda, dengan kendaraan legendaris Vespa sebagai simbol kebersamaan dan solidaritas komunitas. 

Sebagai antisipasi terhadap potensi kemacetan, sebanyak 30 personel Satuan Lalu Lintas Kota Tangerang dikerahkan untuk mengawal dan mengatur arus lalu lintas. Menurut Maman S., anggota Dinas Perhubungan Kota Tangerang, lalu lintas terpantau cukup terkendali berkat kerjasama berbagai pihak dan dukungan komunitas Vespa yang mengikuti aturan. 

Boti, salah satu narasumber dari komunitas Vespa Anak Mamih yang telah bergabung selama lebih dari 30 tahun, turut berbagi kesan positifnya mengenai acara tersebut. "Pokoknya hari ini, pokoknya mah the best dah pokoknya mah mantep," ujar Boti, menyatakan apresiasinya terhadap acara yang diadakan oleh Dispora ini. 

Dalam pesannya kepada seluruh pengguna Vespa, Boti mengingatkan pentingnya menjaga sikap mandiri dan menjunjung tinggi martabat komunitas. "Pokoknya mah, buat anak vespa sehat selalu pokoknya mah, jangan ngemis, karena vespa mah bukan pengemis," tegas Boti, mendorong pengguna Vespa untuk tetap menjaga kebanggaan serta integritas dalam berkendara dan berkomunitas. 

Ido, salah satu peserta asal Jatiuwung, berharap agar acara ini dapat mempererat solidaritas antar pengguna Vespa di Tangerang. "Mudah-mudahan kedepannya scooterist Tangerang Kota semakin jaya, semakin sukses, semakin solid," ungkapnya, berharap acara ini terus mendukung persatuan antar komunitas Vespa. 

Acara yang menjadi bagian dari Muda-Mudi Festival ini mendapatkan sambutan meriah dari warga sekitar yang menyaksikan konvoi Vespa melintasi jalanan kota. Masyarakat terlihat antusias menyambut konvoi yang beragam, dari Vespa klasik hingga model terbaru, yang menambah semarak suasana peringatan Sumpah Pemuda. 

Dengan berakhirnya konvoi di Alun-Alun Kota Tangerang, acara ini diharapkan mampu menanamkan semangat persatuan dan kebersamaan di kalangan pemuda, serta memberikan inspirasi kepada masyarakat tentang pentingnya menghargai keberagaman dan kerjasama untuk membangun komunitas yang lebih kuat.



Penulis: Lenting – Rimarsa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membangun Dasar Pendidikan: Tantangan Mengajarkan Calistung pada Siswa Kelas 1

Tangerang – Calistung atau membaca, menulis, dan berhitung menjadi fokus utama pendidikan di kelas 1 Sekolah Dasar. Namun, Siti Rohayah, S.Pd., guru kelas 1 SD Negeri Pemukiman, Kabupaten Tangerang, mengungkapkan bahwa proses pembelajaran ini tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga pada peran aktif orang tua di rumah. “Anak-anak kelas 1 itu karakternya berbeda-beda. Ada yang suka membaca, ada yang suka berhitung. Tapi membaca itu penting, karena menjadi pondasi untuk pelajaran lainnya. Kalau tidak bisa membaca, materi lain juga sulit diikuti,” jelas Rohayah, yang telah mengajar sejak 2007. Dari pengalamannya mengajar, Rohayah mengamati bahwa keberhasilan siswa dalam menguasai calistung sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga. “Ada orang tua yang sangat mendukung anaknya belajar. Mereka tidak hanya mengandalkan guru di sekolah, tetapi juga memberikan les tambahan atau mendampingi anak belajar di rumah,” katanya. Namun, tidak semua orang tua memiliki perhatian yang sama...

Memahami Stres: Sebuah Tantangan dalam Kehidupan Sehari-hari

Jakarta – Stres adalah bagian tak terhindarkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari tekanan akademik, pekerjaan, hingga hubungan sosial, stres hadir sebagai respons alami tubuh terhadap berbagai situasi. Patricia Yahya, mahasiswi Psikologi semester 5 di Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA), memaparkan bahwa stres dapat bersifat positif maupun negatif tergantung pada cara mengelolanya. “Stres itu penting, terutama untuk memotivasi kita agar keluar dari zona nyaman. Namun, ketika stres sudah mulai mengganggu aktivitas atau hubungan dengan orang lain, itu tandanya kita harus segera mengatasinya,” jelas Patricia. Menurutnya, stres tidak hanya disebabkan oleh faktor internal seperti kurangnya motivasi, tetapi juga faktor eksternal, seperti hubungan sosial yang tidak suportif atau lingkungan yang kurang mendukung. Patricia menambahkan, emosi juga memainkan peran penting dalam pengalaman stres. Ketika seseorang berada dalam kondisi stres tinggi, emosinya cenderung menjadi lebih sensit...