Tangerang – Calistung atau membaca, menulis, dan berhitung menjadi fokus utama pendidikan di kelas 1 Sekolah Dasar. Namun, Siti Rohayah, S.Pd., guru kelas 1 SD Negeri Pemukiman, Kabupaten Tangerang, mengungkapkan bahwa proses pembelajaran ini tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga pada peran aktif orang tua di rumah.
“Anak-anak kelas 1 itu karakternya berbeda-beda. Ada yang suka membaca, ada yang suka berhitung. Tapi membaca itu penting, karena menjadi pondasi untuk pelajaran lainnya. Kalau tidak bisa membaca, materi lain juga sulit diikuti,” jelas Rohayah, yang telah mengajar sejak 2007.
Dari pengalamannya mengajar, Rohayah mengamati bahwa keberhasilan siswa dalam menguasai calistung sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga. “Ada orang tua yang sangat mendukung anaknya belajar. Mereka tidak hanya mengandalkan guru di sekolah, tetapi juga memberikan les tambahan atau mendampingi anak belajar di rumah,” katanya.
Namun, tidak semua orang tua memiliki perhatian yang sama. Beberapa hanya menyerahkan sepenuhnya pada guru. “Pernah ada orang tua bilang, ‘Bu, tolong ajari anak saya ya, anaknya gak mau kalo belajar bareng ibunya di rumah.’ Ini membuat proses belajar jadi kurang optimal,” tambahnya.
Rohayah juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi di sekolah, terutama terkait jumlah siswa yang banyak dibandingkan dengan jumlah guru. “Hambatan dari sekolah itu sarana dan prasarana. Guru terbatas, sedangkan siswanya banyak. Jadi, anak-anak kurang bimbingan yang maksimal,” ungkapnya.
Selain itu, motivasi belajar siswa juga menjadi kendala. “Kalau anak tidak punya semangat belajar, ilmu yang diajarkan tidak terserap dengan baik. Jadi, peran guru dan orang tua itu sama-sama penting untuk membangun motivasi anak,” jelas Rohayah.
Untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut, Rohayah menekankan pentingnya kerja sama antara guru dan orang tua. “Pesan saya, orang tua harus mendukung anak belajar di rumah. Jangan hanya mengandalkan sekolah. Ada waktu bermain, itu wajar, tapi waktu belajar juga harus ada. Dengan begitu, anak tidak akan tertinggal,” ujarnya.
Ia berharap, orang tua dapat lebih aktif dalam mendampingi anak-anak mereka. “Kerja sama ini penting, supaya kalau ada kekurangan di sekolah, orang tua bisa membantu menutupinya. Jadi, anak-anak bisa lebih siap menghadapi pelajaran,” tambah Rohayah.
Sebagai guru yang telah empat tahun berturut-turut mengajar kelas 1, Rohayah menekankan pentingnya kerja sama yang erat antara guru dan orang tua. Ia yakin, dengan kolaborasi yang baik, anak-anak dapat menguasai calistung lebih optimal. “Kalau ada kekurangan di sekolah, bisa dibahas bersama. Guru dan orang tua harus saling melengkapi. Membaca, menulis, dan berhitung adalah awal dari semua pelajaran. Kalau itu kuat, anak-anak bisa melangkah lebih jauh di pendidikan berikutnya,” ujarnya.
Dukungan orang tua, motivasi anak, dan sarana pendidikan yang memadai adalah tiga pilar utama keberhasilan pembelajaran calistung. Dengan perhatian bersama, generasi masa depan diharapkan mampu menghadapi tantangan pendidikan yang lebih kompleks. Mengajarkan calistung bukan hanya tugas guru di sekolah, tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua di rumah untuk menciptakan pondasi pendidikan yang kokoh bagi anak-anak.
Penulis : Lenting – Rimarsa


Komentar
Posting Komentar